Senin, 23 Juni 2014

CERITA SINGKAT


sedikit cerita. jaman dulu ada seorang anak yang lahir dengan normal. ia memiliki keluarga
yang mengasihi dia, teman-teman yang selalu ada di samping dia, lingkungan yang mendukung. hingga suatu hari anak ini mulai besar dan memutuskaan untuk merantau.

singkat cerita, seorang bapak-bapak yang cacat yang sedang kesusahan denagn barangnya bertemu dengannya di perjalanan. bapak itu berdiri disamping sang anak, mencoba untuk menerobos keramaian. bapak itu memanggul barang-barang yang  terlihat berat. ia nampak kesusahan. setelah diteliti, rupanya sang bapak kehilangan kaki kanannya.

"pak, barang-barangnya saya bantu angkat ya." , kata si anak sembari mengambil barang tersebut dari pundak sang bapak.

" tak usah dek", sahut sang bapak semabri mengibaskan tangan sang anak.

bapak itu terus berjalan pergi, sembari melirik sekali dua kepada sang anak. ia terus berjalan, menuju terminal bus dan hilang di lautan manusia. sang anak hanya bisa memandang jauh sang bapak. namun sejurus kemudian terdengar sebuah teriakan. sang anak bersegera datang ke kerumunan itu. ia menyibak orang-orang dan melihat seseorang terkapar dengan sebuah benda di atas kepalanya. itu adalah si bapak dengan barang bawaannya.

----------

takdir terulang. tak tahu kemana ia bertandang, ujar si pemuda dalam hati. ia melihat seorang bapak-bapak cacat dengan barang bawaannya. ia nampak kesusahan.


"pak, barang-barangnya saya bantu angkat ya." , kata si anak sembari mengambil barang tersebut dari pundak sang bapak.

" tak usah dek", sahut sang bapak semabri mengibaskan tangan sang anak.

anak tersebut memaksa mangambil barang sang bapak tua. ia berhasil mengambil barang bapak tua, lalu tersenyum.

"mari pak, saya antar sekalian. ingin naik bus yang mana?"

seandainya tidak terdengar teriakan-teriakan yang menyebut dirinya maling. sudah barang tentu ia ucapkan hal itu. namun takdir berkata hal lain. ia diamuk masa habis-habisan di jalan raya. beruntung ia selamat, walaupun harus kehilangan bola mata kirinya.

--------
sang anak kini mulai menua. ia memutuskan unttuk kembali ke kampungnya. di seberang terminal, berdiri di samping seorang pemuda. kulitnya bersih, mengingatkan akan masa mudanya dahulu. ia mendekat untuk melihat si pemuda lebih dekat. melihat sang anak, si pemuda itu berkata,

"pak, barang-barangnya saya bantu angkat ya." , kata si pemuda sembari mengambil barang tersebut dari pundak sang anak.

sang anak tak tahu takdir mana yang harus di pilih.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar