Selasa, 22 Juli 2014

Mensykuri Sesuatu

Seharian penuh ane hari ini kagak puasa, terpaksa di infus. Ditengah waktu luang, sendirian di kamar sama tipi yang dibiarin nyala, ane jadi berpikir, mengapa ane harus dioperasi sampai diopname, padahalnya hanya penyakit kecil, penyakit yang juga sering menimpa teman-teman ane.

Ditengah kesendirian, mungkin Allah ingin memberikan ane waktu untuk berpikir sejenak, memikirkan banyak hal. Salah satunya membiarakan pikiran ane membayang sejenak ke masa-masa yang telah lalu. Ditengah perenungan ane, ane jadi berpikir, apakah karena sebelum-sebelumnya ane yang terlalu sombong sehingga Allah ‘menganugerahkan’ ane berbagai kesulitan ini? Akhirnya ane menyadari bahwa ane selama ini mememang jarang sekali mensyukuri nikmat yang telah diberikan. Jarang ane mengucap hamdalah ketika dianugerahkan sesuatu, atau mengawali sesuatu dengan basmalah. Ane jadi terinngat salah satu ayat “jika kalian bersyukur, maka akan kami tambah nikmat kepadanya..”

Kawan, salah satu bentuk mensyukuri sesuatu adalah menghargai apa-apa yang telah kita punyai. Kita memang meminta boleh sesuatu, mengharapkan sesuatu yang lalu kita rangkum kedalam panjatan doa-doa kita. Bahkan hal ini dianjurkan olehNya, ‘ud’uunii fastajiblakum.. Namun, bukan berarti kita tak lagi menghargai apa yang kita punya. Memiliki obsesi perlu, namun memandang sebelah mata nikmat yang ada bukan pula perbuatan yang bijak.

Pernahkah sesekali kita berpikir sejenak, ditengah rehat atas hari-hari sibuk kita, akan nikmat-nikmat yang telah diberi olehNya? Membayangkan bahwa mungkin saja suatu saat nanti kita akan kehilangan nikamat tersebut?

Salah seorang guru ane pernah berkata “kematian adalah cermin yang baik bagi kehidupan kita.”  Mengapa? Karena kematian sebagai pembatas kita dengan semua yang telah kita nikmati dan perjuangan memberikan kita ruang kosong, dimana kita dapat berpikir kembali bahwa semua yang kita punya tidaklah abadi. Hingga kita sampai pada titik dimana kita menghargai apa yang telah kita punya selama ini. Keluarga yang hangat, pertemanan yang harmonis, lingkungan yang baik, badan yang sehat, dan sebagainya. Ketika kita merasa kehilangan, maka kita akan menyadari betapa berharganya sesuatu yang telah dianugerahkan itu, dan kita akan meghargainya.

Dengan menyadari sesuatu berharga, kita akan menghargai, dengan menghargai, kita akan mensyukri. Dan dengan mensyukuri kita akan bisa lebih menghargai dan memaknai hidup yang telah Allah berikan, sehingga hidup akan terasa lebih indah. Sahabat, semoga dalam perjalanan kita yang singkat di dunia ini kita dapat mendapati hakikat kehidupan kita, dan mengakhirinya dengan baik dengan mensyukuri setiap langkah yang telah diberikan oleh Allah.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar